Point-point penting dalam menulis artikel yang baik :
1. Judul
Judul harus menarik, namun cukup jelas dan mudah untuk dipahami. Menulis artikel dengan sebuah judul yang baik akan menarik perhatian pembaca, dan membuatnya ingin membaca lebih lanjut. Karena itu, artikel yang memiliki nada serius, ilmiah, medis, atau penelitian yang berorientasi, harus memiliki judul yang sederhana dan spesifik.
2. Pengantar
Pengantar yang mengesankan dan menggoda harus menjelaskan topik tanpa mengungkapkan segala sesuatu yang akan mengikuti. Jadi disini pembaca akan merasa harus mengikuti lebih lanjut. Di sisi lain, berita berbasis artikel harus melakukan sebaliknya dan mengikuti format “Kapan, Dimana, Siapa, Apa, dan Mengapa“.
3. Tubuh
Tubuh artikel adalah bagian paling penting. Ini adalah bagian di mana anda perlu memasukkan ke dalam semua rincian dan penjelasan, bersama dengan contoh-contoh atau ilustrasi. Selalu dianjurkan untuk memulai dengan fakta yang paling penting sebelum pindah ke yang lebih rendah. Cara menulis artikel ini disebut dengan format piramida terbalik. Paragraf pendek membuat pembaca untuk membaca lebih mudah.
4. Kesimpulan
Sangat mudah bagi kebanyakan penulis untuk merangkai kalimat acak dalam membuat sebuah kesimpulan. Di sini, satu-satunya hal yang harus diingat adalah bahwa setiap ide baru atau pemikiran tidak harus mendapatkan tempat dalam kesimpulan. Kesimpulan pada dasarnya adalah rekap singkat dari seluruh artikel, yang menandakan akhir dari artikel.
"ARTIKEL YANG BERMANFAAT ADALAH ARTIKEL YANG MEMBANTU ANDA MENCAPAI TUJUAN ANDA"
Lalu, bagaimana cara membuat artikel yang bagus? Beberapa hal ini perlu mendapat perhatian.
1. Panjang tulisan
Tulislah sepanjang Anda memerlukannya. Tulislah sepanjang bisa mengurai semua apa yang ingin Anda sampaikan. Tidak kurang, tidak lebih!
Seringkali Anda bisa memangkas kalimat dan kata-kata yang tidak perlu, buang saja. Buat tulisan tetap simpel, namun bisa menyampaikan isi dengan baik. Beberapa orang penulis mengatakan, tidak ada patokan berapa jumlah kata minimal untuk sebuah tulisan yang bagus.
Tulislah sepanjang apapun, atau sependek apapun, jika mampu memberi solusi nyata dengan tuntas, itu adalah artikel yang sangat bagus. Penggunaan kata dan kalimat yang tidak perlu, justru tidak membuat artikel itu menjadi lebih bagus.
2. Tata bahasa dan ejaan
Belajarlah menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baik. Menulis ejaan yang tidak standar, tidak akan banyak membantu, kecuali jika audiens Anda sangat.
Namun, hal ini tidak juga berarti kita harus secara ketat menggunakan tata bahasa dan ejaan yang sangat baku. Menulis dengan sangat berpatokan dengan tata bahasa dan ejaan yang baku secara ketat juga bisa membuat tulisan kita menjadi sangat 'kaku' dan monoton. Kecuali Anda sedang menulis jurnal ilmiah, menggunakan tata bahasa dan ejaan yang luwes (namun tetap memperhatikan kaidah bahasa) adalah salah satu faktor yang membuat sebuah tulisan 'enak' untuk dinikmati.
Tanda baca juga tidak boleh dilupakan. Banyak penulis setiap kali selesai menulis selalu menyempatkan untuk membaca sekali lagi dari awal sampai akhir untuk mengecek masalah tata bahasa dan ejaan ini.
3. Ringan dibaca
Penggunaan tata bahasa, ungkapan, istilah, perumpamaan, atau ejaan yang tidak tepat dan berlebihan akan cepat membuat pengunjung blog berhenti membaca seketika. Menjaga tulisan agar tetap ringan dan mudah dicerna menjadi sesuatu yang sangat sangat penting.
Jika orang tidak mampu mencerna, mengartikan dan menerapkan solusi atau instruksi dalam tulisan Anda, maka Anda telah gagal menghadirkan artikel yang bagus.
Bagilah artikel yang cukup panjang menjadi beberapa sub-judul. Gunakan ilustrasi, gambar dan format teks (huruf tebal, miring, garis bawah dan lain-lain) untuk memperjelas isi. Gunakan kalimat yang tidak terlalu panjang. Dan terakhir, sebagai pengujian, baca keras-keras tulisan Anda seperti Anda berbicara: nyamankah didengarkan?
4. Topik
Tentu saja, topik adalah sesuatu yang penting dalam sebuah tulisan. Tulislah tentang apa yang Anda sukai, tentang apa yang Anda merasa nyaman dengan topik tersebut.
5. Gaya bahasa
Menulis dengan cara dan gaya penulisan yang dimengerti dengan baik oleh audiens Anda adalah hal yang penting lainnya. Pemahaman orang berbeda-beda dalam mencerna sebuah tulisan, disitulah perlunya Anda menyesuaikan tulisan dengan audiens Anda. Mungkin Anda butuh beberapa waktu untuk penyesuaian dan mencari gaya bahasa yang tepat.
6. Intonasi
Seperti halnya bahasa verbal, bahasa tulisan pun memiliki intonasi, tergantung tujuan penulisnya. Ada nada positif, ada nada memerintah. Ada intonasi yang menyindir, ada yang damai, ada yang bersahabat, ada yang konfrontatif, berseberangan, vulgar, terkesan ditutupi, dan lain sebagainya.
Sesuaikan intonasi dengan tujuan penulisan. Berlatih terus sampai Anda menemukan yang sesuai dengan karakter Anda sendiri.
7. Kutipan
Pernahkah Anda merasa telah menemukan sebuah topik tapi tidak juga mulai menulis, hanya karena Anda tidak menemukan rujukan yang bisa dikutip?
Perlu kita sadari, itu adalah sebuah kesalahan. Mengutip pendapat orang lain (apalagi seorang yang ahli) adalah hal bagus, namun juga jangan sampai membuat kita menunda membuat postingan hanya karena belum menemukan tulisan orang lain untuk dikutip.
Blog kita bukanlah sebuah ensiklopedia yang hampir selalu memerlukan rujukan. Tulislah semampu, setahu, dan sepengalaman Anda sendiri tentang sesuatu. Jika Anda menemukan hal baru lainnya, Anda tinggal meng-update-nya. Itu jauh lebih baik dibanding Anda menunda untuk menulis sampai Anda menemukan sebuah rujukan.
1. Judul
Judul harus menarik, namun cukup jelas dan mudah untuk dipahami. Menulis artikel dengan sebuah judul yang baik akan menarik perhatian pembaca, dan membuatnya ingin membaca lebih lanjut. Karena itu, artikel yang memiliki nada serius, ilmiah, medis, atau penelitian yang berorientasi, harus memiliki judul yang sederhana dan spesifik.
2. Pengantar
Pengantar yang mengesankan dan menggoda harus menjelaskan topik tanpa mengungkapkan segala sesuatu yang akan mengikuti. Jadi disini pembaca akan merasa harus mengikuti lebih lanjut. Di sisi lain, berita berbasis artikel harus melakukan sebaliknya dan mengikuti format “Kapan, Dimana, Siapa, Apa, dan Mengapa“.
3. Tubuh
Tubuh artikel adalah bagian paling penting. Ini adalah bagian di mana anda perlu memasukkan ke dalam semua rincian dan penjelasan, bersama dengan contoh-contoh atau ilustrasi. Selalu dianjurkan untuk memulai dengan fakta yang paling penting sebelum pindah ke yang lebih rendah. Cara menulis artikel ini disebut dengan format piramida terbalik. Paragraf pendek membuat pembaca untuk membaca lebih mudah.
4. Kesimpulan
Sangat mudah bagi kebanyakan penulis untuk merangkai kalimat acak dalam membuat sebuah kesimpulan. Di sini, satu-satunya hal yang harus diingat adalah bahwa setiap ide baru atau pemikiran tidak harus mendapatkan tempat dalam kesimpulan. Kesimpulan pada dasarnya adalah rekap singkat dari seluruh artikel, yang menandakan akhir dari artikel.
"ARTIKEL YANG BERMANFAAT ADALAH ARTIKEL YANG MEMBANTU ANDA MENCAPAI TUJUAN ANDA"
Lalu, bagaimana cara membuat artikel yang bagus? Beberapa hal ini perlu mendapat perhatian.
1. Panjang tulisan
Tulislah sepanjang Anda memerlukannya. Tulislah sepanjang bisa mengurai semua apa yang ingin Anda sampaikan. Tidak kurang, tidak lebih!
Seringkali Anda bisa memangkas kalimat dan kata-kata yang tidak perlu, buang saja. Buat tulisan tetap simpel, namun bisa menyampaikan isi dengan baik. Beberapa orang penulis mengatakan, tidak ada patokan berapa jumlah kata minimal untuk sebuah tulisan yang bagus.
Tulislah sepanjang apapun, atau sependek apapun, jika mampu memberi solusi nyata dengan tuntas, itu adalah artikel yang sangat bagus. Penggunaan kata dan kalimat yang tidak perlu, justru tidak membuat artikel itu menjadi lebih bagus.
2. Tata bahasa dan ejaan
Belajarlah menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baik. Menulis ejaan yang tidak standar, tidak akan banyak membantu, kecuali jika audiens Anda sangat.
Namun, hal ini tidak juga berarti kita harus secara ketat menggunakan tata bahasa dan ejaan yang sangat baku. Menulis dengan sangat berpatokan dengan tata bahasa dan ejaan yang baku secara ketat juga bisa membuat tulisan kita menjadi sangat 'kaku' dan monoton. Kecuali Anda sedang menulis jurnal ilmiah, menggunakan tata bahasa dan ejaan yang luwes (namun tetap memperhatikan kaidah bahasa) adalah salah satu faktor yang membuat sebuah tulisan 'enak' untuk dinikmati.
Tanda baca juga tidak boleh dilupakan. Banyak penulis setiap kali selesai menulis selalu menyempatkan untuk membaca sekali lagi dari awal sampai akhir untuk mengecek masalah tata bahasa dan ejaan ini.
3. Ringan dibaca
Penggunaan tata bahasa, ungkapan, istilah, perumpamaan, atau ejaan yang tidak tepat dan berlebihan akan cepat membuat pengunjung blog berhenti membaca seketika. Menjaga tulisan agar tetap ringan dan mudah dicerna menjadi sesuatu yang sangat sangat penting.
Jika orang tidak mampu mencerna, mengartikan dan menerapkan solusi atau instruksi dalam tulisan Anda, maka Anda telah gagal menghadirkan artikel yang bagus.
Bagilah artikel yang cukup panjang menjadi beberapa sub-judul. Gunakan ilustrasi, gambar dan format teks (huruf tebal, miring, garis bawah dan lain-lain) untuk memperjelas isi. Gunakan kalimat yang tidak terlalu panjang. Dan terakhir, sebagai pengujian, baca keras-keras tulisan Anda seperti Anda berbicara: nyamankah didengarkan?
4. Topik
Tentu saja, topik adalah sesuatu yang penting dalam sebuah tulisan. Tulislah tentang apa yang Anda sukai, tentang apa yang Anda merasa nyaman dengan topik tersebut.
5. Gaya bahasa
Menulis dengan cara dan gaya penulisan yang dimengerti dengan baik oleh audiens Anda adalah hal yang penting lainnya. Pemahaman orang berbeda-beda dalam mencerna sebuah tulisan, disitulah perlunya Anda menyesuaikan tulisan dengan audiens Anda. Mungkin Anda butuh beberapa waktu untuk penyesuaian dan mencari gaya bahasa yang tepat.
6. Intonasi
Seperti halnya bahasa verbal, bahasa tulisan pun memiliki intonasi, tergantung tujuan penulisnya. Ada nada positif, ada nada memerintah. Ada intonasi yang menyindir, ada yang damai, ada yang bersahabat, ada yang konfrontatif, berseberangan, vulgar, terkesan ditutupi, dan lain sebagainya.
Sesuaikan intonasi dengan tujuan penulisan. Berlatih terus sampai Anda menemukan yang sesuai dengan karakter Anda sendiri.
7. Kutipan
Pernahkah Anda merasa telah menemukan sebuah topik tapi tidak juga mulai menulis, hanya karena Anda tidak menemukan rujukan yang bisa dikutip?
Perlu kita sadari, itu adalah sebuah kesalahan. Mengutip pendapat orang lain (apalagi seorang yang ahli) adalah hal bagus, namun juga jangan sampai membuat kita menunda membuat postingan hanya karena belum menemukan tulisan orang lain untuk dikutip.
Blog kita bukanlah sebuah ensiklopedia yang hampir selalu memerlukan rujukan. Tulislah semampu, setahu, dan sepengalaman Anda sendiri tentang sesuatu. Jika Anda menemukan hal baru lainnya, Anda tinggal meng-update-nya. Itu jauh lebih baik dibanding Anda menunda untuk menulis sampai Anda menemukan sebuah rujukan.